Jepang Ajak ASEAN Perangi Cyber Crime


Masih ingat kejadian beberapa minggu kebelakang dimana halaman depan website salah satu framework gratis yang terkenal powerfull itu di deface oleh hacker indonesia ? dan saya sendiri masih bingung maksud pelaku melakukan deface pada halaman website framework gratis tersebut,padahal framework itu bisa dibilang banyak manfaatnya bagi para programmer indonesia yang memakai framework opensource tersebut,mungkin harus di buatkan suatu penanganan khusus untuk kejahatan di dunia maya ini karena Jepang menemukan bahwa tren kejahatan di jagat maya (cyber crime) semakin canggih dan perlu penanganan serius oleh dunia internasional.

Menurut Prof Yoichi Shinoda, Penasihat Senior di Pusat Informasi Keamanan Nasional Jepang, perlu dibuat kebijakan baru di masing-masing negara untuk meningkatkan keamanan terhadap serangan siber.

"Ada tiga langkah utama untuk menangani serangan siber yang bahayanya jelas-jelas sudah ada," kata kata Shinoda, di acara Seminar Cyber Security untuk Pembuatan Kebijakan oleh Misi Diplomatik Jepang untuk ASEAN, Jakarta, 6 September 2013.

Tiga langkah itu, tambah Shinoda, adalah melihat tren ancaman siber, menentukan kebijakan keamanan siber dan tindakannya, serta harus ada kolaborasi dengan dunia internasional dalam penanganannya.

"Serangan siber benar-benar nyata. Model serangannya terus berkembang dengan cepat, sehingga makin banyak tindakan cyber crime di sistem komputer dan perangkat-perangkat yang kita gunakan sehari-hari," jelas Shinoda, yang juga sebagai Profesor di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST).

Serangan siber pun terus berubah, dari awalnya hanya untuk kesenangan pribadi, seperti aktualisasi seorang peretas hingga sekarang sudah digunakan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis, alat politik, dan pesan-pesan lainnya.

"Dulu, serangan siber tidak mengincar e-mail, hanya menyerang situs-situs. Tapi, saat ini serangan siber mulai merambah e-mail dan USB memori seseorang, tujuannya untuk mencuri data-data penting," ujar Shinoda.

Jepang pun merasa perlu dukungan dari negara-negara lain untuk memerangi serangan siber. Saat ini, Jepang mengajak negara-negara di ASEAN untuk duduk bersama dan mencari solusi dalam menentukan arah kebijakan suatu negara terkait kejahatan modern ini.

Rentan diserang

A.K.P Mochtan, Deputy Secretary General Community and Coorporate Affair Department ASEAN mengatakan, sekarang semua negara sangat rentan terhadap serangan siber, terlebih di 10 negara ASEAN.

"ASEAN bersama dengan Jepang sedang memikirkan bagaimana cara untuk membuat strategi menangkal serangan siber secara nasional dan internasional," kata Mochtan.

Dia mengatakan, Jepang adalah salah satu negara yang sangat serius menangani masalah cyber crime. Oleh karena itu, Jepang mengajak negara di ASEAN untuk duduk bersama di acara mengenai cyber crime yang akan di gelar di Tokyo minggu depan.

"Di sana akan dibicarakan tentang pembuatan kebijakan untuk masing-masing negara di ASEAN. Diharapkan setelah acara itu akan ditemukan sebuah strategi untuk menyeragamkan langkah-langkah setiap negara untuk memerangi cyber crime," tutup Mochtan.

0 comments