Alasan BlackBerry Relakan BBM ke Android & iPhone


Layanan messaging BlackBerry Messenger akhirnya dipastikan menyambangi perangkat Android dan iOS mulai 21 September. Apa yang melatarbelakangi BlackBerry mau melepas BBM ke platform lain? Padahal, BBM selama ini dinilai sebagai andalan BlackBerry. Menjadi salah satu alasan mengapa konsumen membeli ponsel BlackBerry.Jadi, apa yang membuat BlackBerry yakin tidak salah langkah membuat BBM tersedia bagi platform yang sejatinya adalah rival? Berikut alasannya yang dihimpun detikINET dari berbagai sumber.

1. Percaya Diri dengan Perangkat BlackBerry 10
BlackBerry mengandalkan sistem operasi generasi baru, BlackBerry 10, di handset barunya. Model yang sudah beredar adalah Z10, Q10, Q5 dan yang baru saja meluncur Z30.BlackBerry rupanya percaya diri handset BlackBerry 10 akan mampu bersaing dan tetap laku meskipun tanpa ekslusivitas BBM. Sehingga mereka percaya diri melepas BBM ke platform lain.
"Mengapa kami melakukannya sekarang? Memang sudah waktunya. Ini menunjukkan bahwa kami tidak takut bersaing dengan platform lain," kata CEO BlackBerry Thorsten Heins.Sayangnya sejauh ini, penjualan handset BlackBerry 10 belum sesuai harapan. Meski sejatinya mendapakan tanggapan bagus dalam berbagai review oleh pakar teknologi.

2. Ingin Menantang WhatsApp cs
"Ini waktu yang tepat untuk mendukung BBM menjadi solusi messaging yang berdiri sendiri," kata CEO BlackBerry, Thorsten Heins.BlackBerry sepertinya gemas dengan popularitas layanan messaging lain, seperti WhatsApp, Kakao Talk, Line ataupun WeChat. Padahal mereka yakin BBM tak kalah hebat. Dilihat dari sudut yang berbeda, BBM memang masih kalah jauh dengan WhatsApp dengan 200 juta pengguna aktif. Tapi ingat, WhatsApp adalah layanan lintas platform.
Ketika BBM hadir di App Store dan Android Google Play Store maka sudah sahih bila menyebutkan strategi BlackBerry ingin membuat BBM seperti layaknya WhatsApp, Line, KakaoTalk dan WeChat.

3. Mendulang Keuntungan
Tentu saja BlackBerry tidak begitu saja mau membuka layanan BBM tanpa timbal balik memadai. Ya, mereka juga memikirkan keuntungan apa yang bisa didapatkan dari BBM lintas platform.Andrew Bocking, SVP Software Product Management BlackBerry, mengakui memang ada berbagai pendekatan yang telah dilakukan untuk 'menguangkan' aplikasi messaging."Kami meninjau berbagai peluang yang ada, BBM Channel adalah yang pertama yang akan kami coba. Ini semacam perpanjangan dari apa yang sudah digunakan oleh para pengguna yang biasa memanfaatkan grup ??? untuk berjualan," ujar Andrew.
Andrew juga mengatakan penjualan barang virtual in-app purchase yang dilakukan Line lewat fitur stiker adalah salah satu yang juga sedang dipertimbangkan. Namun ia tidak bisa memastikan apakah hal itu memang akan diterapkan.

4. Kemungkinan BBM Menjadi Perusahaan Sendiri
Blackberry kuat diisukan tengah mencari opsi terbaik bagi perusahaan ke depannya, yang mana salah satunya adalah opsi untuk menjual perusahaan.Isu lain yang tengah berhembus adalah, konon BlackBerry bakal mengambil alih layanan chatting BBM dan menjadikannya perusahaan yang berdiri sendiri.
Jadi bisa dikatakan BlackBerry tetap tak akan melepas BBM dan ingin membuat perusahaan mandiri yang hanya berkecimpung dalam bidang layanan pesan instan.Mengingat salah satu penopang kesuksesan BlackBerry justru berasal dari BBM, maka apa yang bakal dilakukan BlackBerry tersebut terbilang masuk akal. Dan salah satu ekspansi yang dilakukan adalah membukanya untuk platform selain BlackBerry.

5. BBM akan Lebih Bermanfaat
Bisa digunakan di Android & iOS, barangkali BlackBerry ingin menambah manfaat layanan BBM. Sebab, BBM bisa dipakai berkirim pesan ke ponsel dari perusahaan lain."Bisa menjadi semacam insentif bagi yang masih menggunakan BlackBerry karena BBM jadi jauh lebih berguna," tukas Richard Windsor, analis teknologi.Kehadiran BBM di Android dan iPhone juga sangat ramai dibicarakan. Dan fenomena ini dinilai membuat nama BlackBerry terangkat.
"Hal ini membuat BlackBerry lebih relevan. Orang-orang membicarakan dan memikirkannya," tambah Richard.

Sumber : Tribunnews

0 comments